Sabtu, 13 November 2010

Wake the Word the Miracle Science of Fiction


Seminar Nasional di Fakultas MIPA
dengan tema Science of Fiction
Hari ini adalah hari sabtu, “SABTU..SABTU…apa sebenarnya arti SABTU?? Tau nggak? Tau nggak?” aku sih sebenarnya belum terlalu paham dengan hari sabtu. Kalo ada yang tahu tolong ye..kirim pesan ke emailku atau gimana caranya kalian bisa ngasih tahu aku!!!!
Berjalan kaki dengan seorang teman dari MIPA, bernama Julia Lie
Sebelumnya kami makan soto ke warung yang nggak jauh dari kontrakan, aku yang bayarin dy. Sebenarnya aku ini suka traktir, tapi dia ki selalu sungkan”Sifat jawa asli! Ya, saya suka2! Wawawa…”..jadinya transaksi berubah jadi “NGREDIT” alias dia ngutang ke aku bisa juga dibilang aku mempiutangkan soto-ke dia.
Kami makan, tapi bapak penjualnya nggak makan. Ya, begitulah bedanya penjual dan pembeli. Makan dan nggak makan.
Di tengah2 menikmati makanan, aku tersedak. Untuk kedua kalinya mau mati karena tersedak. Beberapa bulan lalu gara2 permen karet, dan sekarang gara2 soto yang sengaja aku kasih sambal. Mampus! Tenggorokan serasa kebakar api, gosong dah! Bwahhh...mataku juga ikut2an pedas!
Jadi, nggak akan makan permen karet dan soto bersambal.
---
Kami berjalan kembali, menuju ruang seminar di lantai 4 gedung MIPA. Lantai 4! Ya! Lempoh dech! Gembrobyozzz…!
---langsung aja deh!---ke seminar---acara krusial---acara kru sial—KRU SIAL—KU SIAL--(begini penjelasanya!)
Pembicara –Pak ‘e UPTP2B-Bapak Sutanto, Pak Dwi Susanto-dosenku di sastra, Pak Haji Pidie Baiq-dosen dari ITB, dan mbak Afifah sang penulis di LP.
Aku suka ikut seminar. Entah kenapa?! Padahal kalau seminar juga makanannya belum tentu enak, belum tentu banyak dan selalu ayam (Kenapa harus ayam?). Karena kelaparan, maka terpaksa aku makan, dan resiko aku harus menanggung mag di sore harinya.
Disambut dengan kelucuan yang garing oleh pak Sutanto—ya jelas lah garing, wong ngisi seminar kok Cuma 15 menit? Hoe..bapak! “pekerjaan lebih penting daripada seminar” “uang lebih penting daripada ilmu pengetahuan” “bapak lebih penting daripada saya” “saking pentingnya saya hanya ingat gigi bapak yang seperti biji ketimun” “kesipulannya saya suka gigi bapak” ahoiii…upz! ^^ :DDDDDD
Trus-nyanyi nggak jelas gitu deh mas2 yang ngisi selingan. Apaan seh? :P
Bapak dosen memasuki kursi seminar…
Diikuti Bapak Haji…
Disusul mas pembawa acara yang item (dia yang bilang sendiri)
Masuk ke dalam penyampaian penuh teori dari pak Dwi, TEORI! Bagiku begitu. Teori beliau tentunya, sastra muncul dari sebuah pemikiran. Melihat dari sebuah proses bagaimana seorang penulis itu mengerjakan tulisannya. Tetap bersikukuh pada apa yang jadi menurut beliau..la..la..la…”Aku selalu merasa mendengar buku berbicara”(ngerti kan maksudku?)Bapak terlalu hebat dan satu lagi Serious!
Pak Haji Pidie Baiq…zyeng..Zyeng…-------benar2 penyampaian yang nggak membosankan. Aku senang pada bagian ini. Inilah yang aku tunggu-tunggu. Refress OTAK!!! NGAKAK TERUS!!!! Dan Philosophie nggak ketinggalan! Ini lho! Ini yang membuatku menjadi seperti orang yang nggak pernah diberi makan Tuhan.
“Aku diturunkan Tuhan…jeng..jengg..masuk ke perut ibu, nggak tau deh yang masukin siapa?” kata pak Haji Pidie Baiq sembari memperagakan dengan tangan. Capech dech Pak! Haha… aku ngakak! teman2 juga..aa---gila!
begini---kalau aku gila berarti km juga! tapi kalau kamu gila, belum tentu aku juga gila. so, aku-adalah aku sedangkan kamu-ya kamu-kamu itu yang sekarang baca tulisanku! ;P
aku gila, kamu gila. kamu gila, aku tidak gila. hihi...
kembali ke pak Haji Pidie Baiq..
"Aku kalau menulis itu...apa yang ingin aku tulis aku akan tulis..aku menulis begini..aku menulis begitu...toh siapa mereka? bukan sodaraku!" (aku lupa kata-kata bagian ini tapi intinya seperti ini) tapi, ingat! harus sesuai dengan tata moral!" (poko'e gini yoh---!!!! maklum aku bukan alat perekam).
truz ada lagi nih,---> "Tulislah dulu! jadi penulis dulu jangan sekaligus jadi editor!"
---->Nyanyi2 nggak karuan--judulnya yang aku ingat===----1...? (lupa-tentang muridnya yg pergi), Anjingku Kucing, Hai Batman (hai..batman..hai batman...kenapa celanamu..aaa..aaa..;O), BayangKan!...seru dan keren..sttt..(nanti aku akan minta lirik+vidionya..tunggu post-ku yg ku-khususkan ttng pak Pidie) berdoalah pembaca!!! biar vidio+liriknya segera nongol di blog ini.
pokoknya dan pokoknya sesi pertama berlangsung seruh sekaleh!!!!! mantap gan, rugi deh kalian yang pada nggak ikut.
---
sesi kedua-pembicara bu Afifah-LP
aku nggak paham--waktu ini aku lagi seru-serunya bikin desain gambar dengan mbak Eni kenalan baruku. wah,,,,entahlah...yang aku tanggap dari pembicara ketiga adalah berkata kunci Science-Fiction-Supernova-Zigot- (Ah..Kaku sekali)
Akhirnya semua serasa membosankan. Semua pembicara terlihat kaku apalagi mas item yang lucu itu. Bahkan nih Pak Haji Pidie Baiq yang berjingkrak-jingkrak semangatnya, jadi sangat membosankan! kaku, saya pikir mungkin Beliau menyesuaikan keadaan atau memang sudah capek. ya, antara dua itu deh! pilih sendiri sesuka hati anda!!!
Meski pak Haji Pidhie Baiq berusaha mengembalikan suasana seperti sedia kala. tapi rasanya aneh deh! ;P
-----
oeke sekian dulu! ini acara di sabtu pagi! jng lupa kasih tahu jawabanya apa itu "Sabtu?" kenapa "Sabtu?" Bagaimana bisa "Sabtu?"
maafkan--itu harus dijawab ya! aku tunggu lhoh! XD
pesan terakhir dari pak Haji Pidie Baiq---"Waktu mungkin membuat kita lupa, tapi tulisan lah yang membuat kita ingat!"
ingat itu pesan terakhir Pak Pidhie Baiq di Seminar ini---bum..bum..Misi mau kenalan langsung, tapi kami (aku, Julia, dan mbak Eni gagal karena Pak Pidie meninggalkan kami) ToT
Kru-Sial-Ku-Sial-Kagak dapet dunprizenya---@@@@ X(



Tidak ada komentar:

Posting Komentar