Senin, 13 Desember 2010

Kisi-kisi UKD leveL 3 & 4


1.       Apa yang dimaksud dengan sejarah sastra dan apakah ada hubungannya dengan sejarah umum. Terangkan dan uraikan!
-          Sastra adalah sesuatu yang konkret. Sesuatu yang konkret dapat dilacak sejarahnya. Sejarah sastra berarti sejarah suatu sastra. Dalam hal ini menyangkut sejarah sastra secara spesifik seperti sejarah sastra Indonesia, sastra Inggris, sastra jawa, dan sebagainya. Sejarah sastra terdiri dari rangkaian atau jajaran periode sastra suatu masyarakat. Sastra memiliki periode-periode yang diikat oleh norma-norma, standar, dan konvensi-konvensi yang berlaku pada suatu periode yang bermunculan penyebaran, dan lenyapnya dapat dirunut serta tergambar pada karya sastra yang muncul pada periode tersebut.
2.       Bagaimana menyusun sejarah sastra?
-          Menurut saya, penyusunan sejarah sastra seharusnya tumpang tindih sekaligus melingkar karena setiap karya sastra tidak dapat dipisahkan dengan cara memperiodisasikan setiap angkatan. Karya sastra tidak berdiri sendiri melainkan saling terkait antara satu dengan yang lain. Melingkar di sini maksudnya, bahwa karya sastra tidak pernah terputus. Karya sastra tidak berdasarkan periodik tertentu, tetapi sastra itu akan selalu muncul tanpa batas waktu.
3.       Bagaimana kondisi kesastraan era 1950-1965?!
-          Munculnya suatu rombongan penulis baru yang belum muncul selama hidupnya di angkatan 1945. Cenderung menamakan nama penerbitan yang mengumpulkan nama-nama mereka dalam menyiarkan karya-karyanya. Rombongan penulis baru menunjukkan cirri-ciri yang hampir sama dalam karya-karya mereka.
4.       Bagaimana peran lekra, lesbumi, dan organisasi” kebudayaan pada masa 1960-an
-          Lekra (PKI)à mengeluarkan karya sastra yang berpaham barat materialis, sosialis-komunis, Kristen Katholik sesuai dengan nilai-nilai. Menentang keras imperialism dan memberdayakan kebudayaan dari dan untuk rakyat.
-          Lesbumi (NU)à mengeluarkan karya sastra yang berpaham Islam, Timur, dan tradisi.
-          Organisasi lain (netral) à Manikebu yang dikeluarkan oleh PNI, mengeluarkan karya sastra berpaham liberal dan kapitalis.
5.       Bagaimana implikasi politis di era tahun 1960-an dalam dunia kesusastraan
-          Sastra bercampur aliran politik. PKI bekerja sama dengan surat kabar dan seniman kelas bawah yang menyangkut peristiwa-peristiwa yang terjadi pada Orba.
6.       Terangkan riwayat singkat lahirnya manifesto kebudayaan dan untuk apa manifesto kebudayaan itu dikeluarkan!
-          Serangkaian terror dalam kebudayaan yang dilakukan oleh kelompok lekra sejak tahun 1959, memberikan tekanan terhadap kaum seniman dan sastrawan di keluarganya. Kebebasan menciptakan dan kreatifitas sastra terganggu. Kehidupan penciptaan seolah-olah di dekte oleh lekra agar setia pada PKI.
-          Manifesto kebudayaan dikeluarkan untuk memberikan kebebasan kepada para sastrawan dalam menciptakan karya sastra.
7.       Tema-tema seperti apakah yang dalam angkatan era 1960-an!
-          Tema perlawanan dalam memperjuangkan dan mempertahankan martabat serta kemerdekaan pribadi manusia.
8.       Berikan contoh beberapa pengarang angkatan 1969-an dan bagaimana posisinya dalam kesusastraan Indonesia!
-          Pramoedya Ananta TOer _sastrawan realism sosialis
-          Nh. Dhini_sastrawan feminis
-          Sitor Situmorang_
-          Mochtar Lubis_seorang jurnalis dan pengarang ternama asal Indonesia. Sejak zaman pendudukan Jepang ia telah dalam lapangan penerangan. Ia turut mendirikan Kantor Berita ANTARA, kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang telah dilarang terbit. Ia mendirikan majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya. Pada waktu pemerintahan rezim Soekarno, ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966. Pemikirannya selama di penjara, ia tuangkan dalam buku Catatan Subversif (1980).
Pernah menjadi Presiden Press Foundation of Asia, anggota Dewan Pimpinan International Association for Cultural Freedom (organisasi CIA), dan anggota World Futures Studies Federation.
-          Ramadhan K.H_
-          Subagio Sastrowardoyo_
-          A. A. Navis_
-          W.S. Rendra_
9.       Bagaimana ciri-ciri formal dari angkatan 1960-an!
-          Mempunyai pandangan kesenian dan titik tolak penciptaan yang berbeda pada angkatan sastra sebelumnya.
10.   Novel-novel Iwan Simatupang dianggap sebagai seatu kelainan dalam dunia sastra Indonesia. Bagaimana posisi dan karakteristik karya iwan simatupang beserta posisinya!
-          Posisi_sebagai penulis garda depan Indonesia. Di mana novel Iwan Simatupang terdapat hal-hal yang khas.
-          Karakteristik_novel-novelnya amat padat dan intens bagai karya puisi sehingga amat menantang kreatifitas dari pembaca. Selain itu karyanya juga menarik, tedapat kelainan(melampaui zamannya). Bahasanya lincah dan segar. Karya-karyanya sarat dengan gagasan eksistensialime imajinasi luar biasa. Tokoh-tokoh tidak bernama dan bergerak dalam dunia surealis dan absurd.
11.   Sekembalinya Rendra dari Amerika, terdapat perubahan terhadap karya-karya dramanya. Jelaskan dan terangkan posisi Rendra pada tahun 70-80an!
-          Warna lokal menjadi bungkus utama pergelarannya, karya-karyanya menjadi lebih prestisius (berharga) dan milik masyarakat luas. Drama dalam teaternya dan puisinya ditilik oleh para politikus yang menyatakan bahwa karya-karyanya menimbulkan pemikiran baru.
12.   Bagaimana posisi Putu Wijaya, Danarto, Kunta wijaya, Nh. Dhini, Romo Mangun Wijaya, Umar Khayam, A. A. Navis, Supadi Djoko Damono, dan Taufik Ismail dalam dunia sastra Indonesia!
-          Putu Wijaya(penulis cerpen, essai, artikel lepas, kritik drama, scenario flim & sinetron, seorang dramawan, pemimpin teater Mandiri sejak 1971, penerima puluhan penghargaan atas karya-karyanya), Danarto(seorang sastrawan, pelukis, budayawan, dan penyair), Kunto Wijaya (seorang penulis buku tentang sejarah, budaya, filsafat, dan sastra—penulis cerita pendek dan esaai), Nh. Dhini (sastrawan beraliran feminis, peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari pemerintah Thailand), Romo Mangun Wijaya (sastrawan yang meraih penghargaan sastra se-Asia tenggara Ramon Magsaysay pada tahun 1996 dari novelnya burung-burung mayar, peraih buku non fiksi terbaik dari bukunya sastra dan religionalitas pada tahun 1982), Umar Kayam (Guru Besar Sastra Universitas Gajah Mada [1978-1997], direktur jendral radio, televise, film departemen penerangan [1966-1969], serta menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta [1969-1972]), A.A Navis (sastrawan-penulis antologi), Sapardi Djoko Darmono (Sastrawan-populer karena musikalisasi puisinya), Taufik Ismail (Penyair dan penulis antologi puisi)
13.   Bagaimana posisi karya-karya yang dianggap pop pada era 1980-an!
-          Ditandai dengan roman percintaan, menonjolkan rasa romantisme-idealisme, lahirnya sejumlah novel popular, dan cenderung ke barat.
-          Posisinya- sangat dinikmati pembaca.
14.   Terangkan dan jelaskan secara singkat latar sosiologis kemunculan karya-karya pengarang perempuan beserta tema-temanya!
-          Novel di Indonesia ditandai dengan munculnya banyak pengarang perempuan dalam 5 tahun terakhir, 3 pemenang utama sayembara menulis novel 2003 yang diselenggarakan DKJ adalah perempuan. Dalam hal inovasi sematik novel para pemenang memperlihatkan adanya keberanian untuk mengangkat tema-tema yang boleh dikatakan baru atau paling tidak tema itu belum digarap oleh para novelis sebelumnya.
15.   Era 1980-1990 muncul gejala tradisi lokal dalam dunia kesusastraan. Apakah yang dimaksud dengan tradisi lokal tersebut. Uraikan dan jelaskan!
-          Dilihat dari kecenderungan karya semangat zaman yang menjadi landasan dan wawasan estetika yaitu semacam kerinduan untuk menggali nilai-nilai tradisi dan budaya leluhur. Corak pendekatan dan sikap terhadap tradisi itu dapat dibagi menjadi dua kelompok kecenderungan:
1.       Mengambil unsur-unsur tradisional untuk keperluan inovasi dalam pengucapan, melihat bahwa dalam tradisi terdapat unsur-unsur dan aspek-aspek yang relevan bagi pandangan hidup manusia mutahir, khususnya irasionalisme mendapat perhatian kaum eksistensialis dan menganut aliran sastra. Sastra absurd kecenderungan menyikapi tradisi dengan begitu kreatif untuk keperluan inovasi yang dapat di lihat dalam karya-karyanya. Ex: Ronggeng Dukuh Paruk-Ahmad Tohari. *Gunawan Muhammad, W.S Rendra, Putu Wijaya. Mereka tidak berprestasi dalam karya kedaerahan, akan tetapi sadar bahwa dalam karya mereka mengambil tradisi daerah (lokal)
2.       Mengklaim, menumbuhkan perhatian hanya terdapat satu budaya daerah saja seperti jawa, minangkabau, sunda, dll. Para penulis berkarya dengan maksud member corak khas kedaerahan terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Kecenderungan ini dapat dilihat dari karya N.H Dhini, Umar Kayam. Kebanyakan mereka melihat tradisi sebagai produk sejarah yang bentuk-bentuknya sukar diubah dan merupakan ciri khas budaya masyarakat tertentu yang mungkin tidak dimiliki suku bangsa lain.
16.   Era tahun 1992-an muncul adanya perdebatan sastra pedalaman. Terangkan dan jelaskan konteks sosial politis dari fenomena tersebut!
17.   Bagaimana peran dan posisi majalah horizon dan panji pustaka dalam dunia kesusastraan!
-          Sebagai lembaga kesusastraan dan kritikus
-          Horizon menggunakan kanonisasi
-          Horizon perpanjangan dari pemerintah
-          Pengaruh paling banyak study filologi sebab menyelidiki materi teks.
18.   Bagimana posisi H.B.Jassin sebagai kritikus sastra dalam dunia kesusastraan Indonesia!
Beliau sebagai paus sastra dengan menggunakan system kanonisasi.
19.   Bagaimana peran award/penghargaan kesusastraan dalam era 1980-1990an di dalam kesusastraan. Jelaskan!
20.   Masa era 1970-1990 ada kecenderungan dalam bidang politik sastra yang dilakukan oleh para kritikus sastra, baik dalam bidang akademik dan non akademik. Bagaimana peran dan standar estetika dari para kritikus tersebut!
21.   Uraikan secara khusus posisi Pramoedya Ananta Toer dalam dunia kesusastraan Indonesia!
-          Sastrawan yang dikatagorikan sebagai sastrawan yang mampu membangkitkan polemik. Polemik dunia sastra yang paling terkenal di Indonesia pada saat itu  adalah “Seni untuk seni” apa “seni untuk rakyat”. Pram melihat bahwa kesenian harus tidak lepas dari kondisi rakyat, kesenian musti dijadikan alat perjuangan rakyat, maka dari itu sastra sebagai bagian dari dunia seni harus memegang erat-erat kesetiaan pada rakyat. Dari pemikiran ini Pram lebih dikenal sebagai “Realisme Sosial”
-          Sastrawan golongan kiri
22.   Bagaimana hubungan kekuasaan ORBA dan dunia kesusastraan (ambil satu kasus)!
-          Pemerintah Orde Baru yang menudingnya sebagai komunis, Pram sendiri mengaku bahwa ia tak pernah memihak ideologi apapun. Ia selalu mengatakan bahwa ia hanya berpihak pada keadilan, kebenaran dan kemanusiaan. Pramisme, demikian katanya jika ditanya tentang ideologi yang dianutnya. Walau demikian, dalam berbagai kesempatan, ia sering mengatakan bahwa salah seorang tokoh yang paling ia kagumi adalah Bung Karno. Meski begitu, Bung Karno sendiri tidak begitu menyukai Pram. Bermula ketika Pram menghadap Bung Karno untuk membicarakan mengenai hidup para seniman, Pram mengatakan bahwa akan baik jika diadakan konferensi pengarang Asia Afrika. Usul itu disambut oleh Presiden dan ia pun lantas menunjuk Pram sebagai ketua panitianya. Pram menolak dan mengatakan kalau saat ini ia masih terlalu sibuk. Penolakan ini membuat Bung Karno marah. Sejak itu Bung Karno pun tak pernah menyukainya, ia menganggap Pram sebagai sosok yang angkuh.
23.   Di era tahun 1998-an muncul karya Ayu Utami (Saman) bagaimana posisi dan politik kesusastraan yang digunakan!
24.   Bagaimana keberadaan sastra wangi (sastra kelamin) dalam dunia kesusastraan era 2000-an!
-          Sastrawangi sebagai genre, bisa dibilang jenis sastra yang membeberkan diskursus seksualitas perempuan secara ”vulgar” dalam bingkai budaya patriarki.

25.   Bagaimana peran dan posisi komunitas-komunitas sastra (FLP, Utan Kayu, Boemi Putra, dan berbagai komunitas yang lain!)
26.   Gejala sosial apakah dari kemunculan-kemunculan komunitas-komunitas sastra tersebut!
27.   Terdapat gejala munculnya sastra Islami. Apakah yang dimaksud dengan sastra Islami dan secara sosiologis, politis, cultural. Terangkan posisi dan keberadaanya!
28.   Bagaimana posisi sastra Koran pada tahun 2000-an. Jelaskan dan uraikan!
-          Sosialisasi karya-karya kreatif lewat media cetak yang sudah mentradisi. Pada dekade ’50-an, tradisi itu muncul melalui berbagai majalah. Malah, (almarhum) HB Jassin, Pamusuk Eneste, atau (almarhum) Satyagraha Hoerip –sebagai editor penerbitan buku—karya-karya para sastrawan yang tersebar di berbagai media cetak pun terbit menjadi sebuah buku. tradisi itu berlanjut pada tahun 2000 hingga sekarang, harus dimaknai sebagai upaya pengarang untuk tetap memiliki publik (massa) yang telah “bersetubuh” dengan media cetak.
29.   Fenomena cerita remaja dan anak-anak (membanjiri) dunia pasar perbukuan. Terangkan gejala tersebut!
30.   Gejala adaptasi (novel/flim:Ikranisasi) muncul dalam sastra Indonesia. Uraikan dan terangkan!
31.   Bagaimana tema-tema dunia kesusastraan Indonesia di era 2000-an!
-          Sciene Fiction pada novel supernova, eksperimentasi Mangunwijaya betema luka dan derita, filsafat juga banyak—tema yang bercerita tentang libido ynag menyimpang.
32.   Apakah yang dimaksud dengan sejarah terjemahan dan terjemahan itu sendiri. Uraikan dan jelaskan!
Terjemahan adalah interpretasi makna suatu teks dalam suatu bahasa ("teks sumber") dan penghasilan teks yang merupakan padanan dalam bahasa lain ("teks sasaran" atau "terjemahan") yang mengkomunikasikan pesan serupa. Terjemahan harus mempertimbangkan beberapa batasan, termasuk konteks, aturan tata bahasa, konvensi penulisan, idiom, serta hal lain antar kedua bahasa.
33.   Terjemahan dalam sejarahnya menunjukan gejala yang unik. Terangkan secara ringkas implikasi politis dan cultural dari terjemahan barat, tionghoa, arab!
34.   Bagaimana posisi cyber sastra dan dunia internet terhadap kondisi kesusastraan Indonesia!
-          Era Internet memasuki komunitas sastra Indonesia. Banyak karya sastra Indonesia yang tidak dipublikasikan berupa buku, namuan termaktub di dunia maya/internet baik yang dikelola resmi oleh pemerintah organisasi non profit maupun situs pribadi. Banyak situs sastra Indonesia di dunia maya, salah satunya dunia sastra.com
35.   Semangat zaman seperti apakah yang melatari kesusastraan Indonesia era 2000-an dan 1980-an!
-          Semangat yang melatari dunia sastra era 2000-an dan 1980-an adalah semangat bereksperimentasi dalam membuat karya novel-novel mereka.
36.   Tema-tema kritik sosial juga muncul dalam sepanjang dunia kesusastraan Indonesia era 1970-1998. Ambil satu kasus dan berikan contohnya dalam manifesti karya sastranya!
37.   Mengapa ketika Pramoedya Ananta Toer menerima penghargaan Ramon Magsaysay terjadi kontroversi. Terangkan!
38.   Mengapa Pramoedya Ananta Toer gagal menerima penghargaan!
-          Karena dia dianggap sebagai komunis padahal ia tidak menganut ideologi apapun. Ia selalu mengatakan bahwa ia hanya berpihak pada keadilan, kebenaran dan kemanusiaan.
39.   Bagaimana posisi A Teeuw dalam sejarah sastra Indonesia!
40.   Era 2002-an banyak muncul karya-karya yang ditulis oleh diaspora (migrant lintas Negara) Indonesia. Seperti TKI di Hongkong dan Fira Basuki. Terangkan munculnya fenomena tersebut!
41.   Bagaimana munculnya sastra majalah generasi 1965!
42.   Era tahun 2000-an (2002) muncul jurnal cerpen Indonasia. Bagaimana sejarah kemunculannya!
43.   Uraikan secara ringkas posisi nama-nama berikut dalam kesusastraan Indonesia: (Nova Riyanti Yusuf, Abidal El Khaliegy, Habbiburahman El Sirazy, Oka Rukmini, Taufik Ikram Jamil, Eka Kurniawan, Anggi Widodo, Helvy Tiana Rosa, & Suseno Gumirah Adi Darma!)
44.   Apakah yang dimaksudkan dengan sastra kota. Uraikan dan jelaskan posisinya di dalam dunia kesusastraan Indonesia!
*Revisi

1 komentar:

  1. ngakak gue bacanya ...
    ternyata nilai lo gak sesempurna apa yang udah lo tulis ya ...
    hahahahahahaha ..

    BalasHapus