Sabtu, 08 Januari 2011

SI.ALAN--------------TIBA_TIBA AKU INGIN CERITA TTG IDUP GUA =="

Liburan..ini sudah liburan…
Aku pikir begitu..tapi tetap saja aku  harus menjadi guru yang baik untuk anak-anak tuna wicara di rumah kedinasan sosial selama dua pekan mulai hari senin besok.
Selama aku masih bernafas, aku akan membantu orang yang ingin berbahasa Indonesia dengan lancar. Tujuan  kuliahku di jurusan sastra ternyata semakin menunjukkan titik terang. Untuk membantu anak-anak yang tak seberuntung aku.
Kadang aku berfikir, aku punya mulut yang kalau dibuka menghasilkan suara, yang kalau ingin bacot apa saja bisa. Sedangkan mereka? Tidak!
Bagaimana perasaan anak-anak itu? Aku tidak tahu. Sedih, mungkin ada.
Aku batalkan rencana liburanku tahun ini untuk mencoba bekerja sebagai pelayan di rumah makan, resepsionis, atau apa saja yang membuat aku bisa mengganti ponselku yang buntut, aku butuh I-phone..haha..XD yang ter-Gress.
Oh, kakakku mau menikah. Ternyata kabar itu benar, aku pikir hanya berlaku di karanganku saja.
Duduk-duduk sama Ibu,
“Hoh, waktu itu aku hanya mengarang cerita saja bun! Nikah sama siapa?”
“Sama laki-laki lah?”
“Iya..maksudnya namanya?”
“Yang jelas kamu belum kenal. Eh, ingat ya, bunda bakal bahagia dan merestui kalau kamu nanti dapat pacar dan suami keturunan!”
“Yeehh..kok gitu seh!”
“Ingat!”
Aku pikir nasibku sama dengan Tania Budiono, haiii..temanku yang paling baik!!! Mami” kenapa berfikir seperti ini ya? Bagaimana kabar kamu di sana? Aku belum dapet koko baru nih!!! HAhahaha…*tawa menyesaL
"kamu...mimpiin siapa lagi? tumben nggak cerita?!"
"Aku mimpi dikejar-kejar teman-teman*nggak kenal..masuk kelas internasional..ketemu guru yang cantik..aku tersungkur karena nggak kuat lari lagi...salah satu temanku yang mengejarku ikut tersungkur...aku tarik kaos kaki panjangnya..aku pikir dia laki-laki, tapi kenapa pakai rok? lalu si guru cantik yang mengajar di depan berjalan ke arah kami..aku pikir akan dimarahi karena mengganggu kelas..tapi justru menanda tangani kaos kaki temanku itu..aneh bukan main!"
"Haaa..kamu jadi dukun saja, anakku!"
"Bunda!" aku menggerutu. DUKUN?
Wess…gitu lah!
Setelah terbang dan mendarat di rumah kakek…
Aku itu kadang sebel kalau kakek duduk di sampingku, karena kakekku itu pendiam tapi suka tebak-tebakan. Lagi enak-enaknya baca majalah, leha-leha, makan keripik sambil nonton tivi..ehh..dikasih soal? Mana lagi tiap soal kalau nggak segera dijawab pasti ujungnya “Masa sih kamu nggak bisa?” idih, maksa banget deh.
Tiap soal yang dilontarkan padaku, pasti aku nggak bisa jawab. Diam salah, ngomong begitu pula hasilnya, SALAH! Akhirnya kakek pula lah yang menjawab pertanyaannya sendiri. Kasihan banget deh si kakek!! XD
“Kamu itu anak yang cerdas. Tapi kamu itu tipe manusia yang mentang-mentang sudah bisa, trus menyepelekan! Jadi bagaimana mau dapat nilai memuaskan?” aku merengut. Itu perbincangan nusuk banget di hati,”Jadi harus hati-hati! Serius lah sedikit, jangan seperti itu!”
“Oh, kakek!”
“Kamu itu, kapan nilaimu diumumkan?”
“Bentar lagi kek,”
“Kakek ingin printoutnya!”
O.o”  ==” SIAL!
à kesialan pun menginjak-ijakku mulai dari tahun baru berkibar. Entah, kesalahan apa yang aku perbuat hingga nasibku bisa menjadi kacau seperti ini.
1.       Aku nginjek TAHI KUCING di samping kamar mandi kos.
Kos-ku memang terbuka, areaku pun lumayan luas dibanding kamar-kamar lainnya. Kamar mandi luar dengan area kosong di samping yang aku manfaatkan untuk garasi, tempat jemur, dan aku biarkan kucing yang mau ke dimensi lain. Tapi, si kucing! Yang namanya hewan..tetap saja hewan! Nggak tahu yang namanya balas budi (*Budi..nama pak koS..XD) masak mbOker di tempat kediamanku. Waktu aku dengar si kucing mengeong di samping tempat sampah, aku langsung masuk kamar mandi, ambil gayung, lari keluar dan “Byurr..” kucing pun langsung lari terbirit-birit.
Itu baru babak pertama—setelah aku sadar—mataku yang tadi ternyata belum lihat bau yang menyengat ini. TAHI KUCING itu masih ada temannya, pahadal aku sudah membuangnya tadi, yang pertama sih menempel di keset kaki jadi aku bisa melempar langsung tuh TAHI. Tapi, kali ini beda. Kali ini tahi itu melungker di dekat rak sepatu yang aku taruh di depan kamar mandi. Aku mengambil tissue sebanyak-banyaknya, kutaruh tissue di atas lalu kuambil dengan tangan. Aku buang ke sampah “Pyuhh…pluk” dan entah kenapa hal ini bisa terjadi..tahi itu menempel di salah satu jariku..ihhh…Njritt!!! padahal sudah hati-hati. Aku langsung ke kamar mandi, cuci sampi bersih, berulang kali seperti saat aku mencuci kakiku yang nginjek tadi, tidak peduli lagi bagaimana rasanya panas kena diterjen baju, aku gosokin saja. Masuk ke kamar dan menggosok tanganku dengan cairan anti septik.
2.       Besoknya aku berangkat ke kampus dengan sepeda polygon kesayanganku. karena aku suka bersepeda dan bisa mikir-mikir di perjalanan maka aku lebih suka memakai sepeda dari pada jalan kaki. Hehe..alasan kedua sepertinya tidak nyambung. Yehe..yehe..aku hampir mati ketabrak sepeda motor.
Aku bersepeda seperti biasa. Aku santai. Aku tidak melamun saat bersepeda. Aku selalu hati-hati. Tapi tetap saja motor itu menyerempetku dari arah belakang saat aku mau berbelok ke kanan. Dua orang perempuan berjilbab yang tidak tanggung jawab, mereka pergi begitu saja. Untung aku masih hidup, kalau aku mati gimana? Gila! Mentang-mentang aku naik sepeda ontel!!! Mau cari mati kalian? Ah, ya sudah lah. Yang penting aku tidak apa-apa dan bukan mobil atau truk yang aku hadapi. Itu hanya motor, Ar!!! YA! Haha..motor, kalau kena langsung ya paling yang mati yang nyetir motornya. Bukan aku lah! Hehe…soriii..! orang yang nabrak mungkin lebih pantas daripada aku. XP
3.       Majalah yang aku beli seharga 35rb, isinya mengecewakan! Aku tahu pasti tim redaksi sudah buntu dengan ide-ide cermelangnya. Aku buang-buang uang lagi.
4.       Aku beli jam dan ternyata kebesaran. Bodohnya belum tahu cara pemakaiannya! Bodoh sekali! Semua petunjuk pemakaian menggunakan huruf kanji.
5.       Air di kos mati. Hidupku pun jadi mahal selama satu hari. Mandi pakai aqua, pipis pakai aqua, boker pun pakai aqua. Besoknya juga begitu dan akhirnya aku nggak betah di kos lama-lama. Aku telepon ke rumah dan segera minta untuk dijemput.
6.       Terakhir, aku harap aku tidak berurusan lagi dengan orang-orang yang tidak aku kenal yang suka mengajak “chat” di FB hanya untuk menanyakan..kamu asal mana? Sekolah atau kuliah? -à aku sudah menulis dataku di profil. Heh!

Aku akhiri sekian. Semoga 2011 bukan hari sial. Aku harap kesialan berlangsung 1 minggu saja, tapi kenyataan yang beredar ini sudah menginjak akhir pekan dan aku menjumpai kesialan lagi. Ya, aku tunggu hari senin. Aku pun berjanji pada Tuhan, bahwa aku nggak akan berucap “TAHI” lagi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar